LAPORAN FIELDTRIP ESDH
Laporan Fieldtrip Praktikum
Ekonomi Sumber Daya Hutan Medan, Juni 2021
EKOWISATA AIR TERJUN
SIPISO - PISO
Dosen
Penanggung Jawab:
Dr. Agus Purwoko,
S.Hut., M.Si
Disusun
Oleh :
Angelina Dame Ria Munte 191201043
Philip Jordan Simanjuntak 191201048
Adinda
Rahmayani 191201056
Ratna
Fadilah 191201058
Taruly Oktavyani Patricya 191201112
Daniel
Sihombing 191201115
Grace Rama Novelyta Br Sembiring 191201120
Kelompok 3
HUT 4C
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERAA UTARA
MEDAN
KATA PENGANTAR
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan fieldtrip ini
masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat diharapkan oleh penulis. Semoga laporan fieldtrip Praktikum
Ekonomi Sumber Daya Hutan ini bermanfaat bagi kita semua.
Medan, Juni 2021
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR...................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR....................................................................................... iii
PENDAHULUAN
Latar Belakang........................................................................................... 1
Tujuan........................................................................................................ 2
TINJAUAN PUSTAKA................................................................................... 3
METODE PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat..................................................................................... 5
Alat dan Bahan.......................................................................................... 5
Prosedur Praktikum.................................................................................... 5
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil........................................................................................................... 6
Pembahasan................................................................................................ 6
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan................................................................................................ 8
Saran.......................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR GAMBAR
No Teks Halaman
1. Air Terjun Sipiso - Piso................................................................................... 6
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Indonesia merupakan suatu negara
yang memiliki kekayaan alam yang cukup besar dengan beribu-ribu pulau,
keanekaragaman pesona alam, suku, budaya dan berbagai peninggalan sejarah menjadikan negara ini layak untuk
menjadi salah satu daerah tujuan wisata pilihan bagi para wisatawan
mancanegara dan juga wisatawan domestik sendiri. Peluang tersebut didukung oleh
kondisi budaya yang beragam dan kondisi alamiah seperti keadaan geografis,
lapisan tanah yang subur dan panorama, serta berbagai flora dan fauna yang
memperkaya isi daratan dan lautannya. Pengembangan pariwisata di Indonesia
merupakan salah satu celah untuk meningkatkan devisa negara, hal ini dapat dilakukan dengan menelaah kepada kawasan objek wisata yang sesungguhnya
memiliki potensi fisik dan non fisik agar dapat menawarkan segala daya tariknya dan mendatangkan wisatawan untuk menikmati produk atau kreasi budaya dan peninggalan sejarah, serta ekowisata dari suatu daerah tersebut (Tondang, 2018).
Sumatera Utara merupakan provinsi
yang terkenal oleh keanekaragaman suku dan budaya, tidak hanya itu saja di
provinsi Sumatera Utara juga mempunyai alam yang sangat luar biasa keindahannya
dan tidak perlu diragukan lagi. Provinsi Sumatera Utara saat ini sedang gencar
dalam tahap mengembangkan pariwisatanya yang bertitik fokus di Danau Toba dan
sekitarnya. Hal ini disebabkan karena Danau Toba telah menjadi salah satu dari
sepuluh Bali baru yang di canangkan oleh Kementerian Pariwisata. Dari berbagai
tempat wisata yang ada di sekitar Danau Toba salah satu yang dapat
dikembangkann menjadi daya tarik unggulan lainnya adalah Air Terjun Sipiso piso
yang berada di Desa Merek, Sumatera Utara, berlokasi di sekitar tempat tinggal
penduduk (Sitanggang et al., 2020).
Wisata merupakan destinasi yang
paling tepat untuk berkumpul bersama keluarga untuk menghabiskan masa liburan
sekolah atau libur umum. Sehingga masyarakat akan sangat membutuhkan tempat -
tempat referensi wisata yang akan mereka kunjungi, agar masyarakat merasa yakin
dalam menikmati tempat wisata yang mereka pilih. Sumatera utara adalah sebuah
propinsi di pulau sumatera yang banyak dikunjungi wisatawan. Sumatera utara
memiliki daya tarik yang dapat memikat hati banyak orang, baik dari wisatawan
indonesia ataupun dari luar negeri. Wisata yang menjadi daya tarik disumatera
terletak pada wisata alamnya seperti pantai dan danau, serta wisata situs
sejarah seperti istana maimun, lompat batu, masjid raya (Alam et al., 2018).
Pariwisata
alam merupakan bagian dari kegiatan pariwisata nasional, yang bertumpu pada
sumberdaya alam sebagai obyek dan daya tarik wisata. Pariwisata di Indonesia
telah berkernbang dari wisata massa (mass
tourism) menjadi pola berwisata individu atau kelompok kecil, yang lebih
fleksibel dalam perjalanan berwisata dan wisatawan dapat berinteraksi lebih
tinggi dengan alam dan budaya masyarakat; seiring dengan pergeseran bentuk
pariwisata internasional pada awal dekade delapan puluhan. Ekowisata menjadi
aktivitas ekonomi yang memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk mendapatkan
pengalaman mengenai alam dan budaya untuk pentingnya konservasi keanekaragaman hayati dan budaya lokal (Salamor at al., 2018).
Wisata alam merupakan kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan yang dilakukan dengan mengunjungi tempat tertentu secara suka rela serta bersifat sementara untuk menikmati gejala keunikan dan keindahan alam dalam jangka waktu tertentu. Kabupaten Karo memiliki berbagai ragam sumber daya alam dan budaya sebagai objek dan daya tarik wisata. Salah satu alternatif pengembangan obyek wisata dan dapat dijadikan pilihan para wisatawan sebagai daerah tujuan wisata untuk dinikmati khususnya di Kabupaten Karo adalah objek wisata yang terkait dengan pariwisata alam. Keberadaan kawasan wisata alam Air Terjun Sipiso-piso dapat dijadikan salah satu destinasi wisata andalan. Hal tersebut didukung oleh keindahan panorama alam dan keunikan lanskap berupa air terjun. Limpasan aliran air terjun tersebut langsung menuju Danau Toba sehingga dapat melihat pemandangan Danau Toba dan perbukitan yang sangat menarik (Simanjorang et al., 2018).
Tujuan
Adapun tujuan dari Praktikum Ekonomi Sumber Daya Hutan yang berjudul “Ekowisata Air Terjun Sipiso – Piso” bertujuan untuk mengetahui fungsi, manfaat dan cara pengelolaan ekowisata air terjun Sipiso – Piso.
TINJAUAN PUSTAKA
Air terjun Sipiso-piso dapat
dijadikan sebagai daya tarik unggulan karena memiliki begitu banyak potensi
untuk di kembangkan apabila dibandingkan dengan daya tarik lainnya di sekitaran
Danau Toba. Tidak hanya karena jumlah kunjungan wisatawan yang lebih besar
serta tidak hanya karena banyak diminati wisatawan dari dalam maupun luar
negeri, tetapi juga karena keindahan alamnya yang dapat dinikmati wisatawan di
sekitar air terjun. Hingga saat ini, wisatawan dari berbagai negara seperti,
Jerman, Belanda, Perancis, Australia, Malaysia, Singapura, dan negara lainnya
masih banyak yang mengunjungi Air Terjun Sipiso - piso. Air Terjun Sipiso-piso
dengan segala potensi yang ada seharusnya bisa dengan mudah berkembang menjadi
salah satu daya tarik wisata unggulan selain Danau Toba. Namun terdapat
beberapa kendala yang menghambat perkembangan wisata Air Terjun Sipiso-piso
seperti stakeholder pariwisata yang kurang bekerjasama dengan baik seperti
penyediaan fasilitas pendukung yang seharusnya di sediakan oleh pengelola wisata
yaitu pemerintah daerah Kabupaten Karo justru disediakan oleh masyarakat lokal
(Sitanggang et al., 2020).
Objek
wisata Air Terjun Sipiso - piso memiliki sejuta keindahan, namun perawatan dan
pengelolaannya kurang diperhatikaan oleh Pemerintah Daerah setempat. Sehingga
tiap tahunnyajumlah para wisatawan berkurang mengunjungi objek wisata Air
Terjun Sipiso-piso dan penurunan wisatawan mancanegara tiap tahunnya terjadi
penurunan yang sangat derastis. Banyak para wisatawan yang mengagumi Air Terjun
Sipiso-piso karenakan keindahannya. Namun banyak juga dari para wisatawan baik
itu wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara yang menyesalkan kurangnya
pengelolaan kawasan objek wisata Air Terjun Sipiso-piso. Karena keindahan Air Terjun Sipiso-piso tidak diikuti dengan
pengelolaan fasilitas - fasilitas pendukung objek wisata Air Terjun Sipiso-piso
tersebut (Sitepu et al., 2018).
Lokasi Air Terjun Sipiso-Piso berada di sekitar tepi Danau
Toba bagian utara dengan ketinggian lebih kurang 800 meter dari permukaan laut (dpl)
dan dikelilingi oleh bukit yang hijau karena ditumbuhi hutan pinus, bukit-bukit, bentangan pulau samosir bewarna biru, pematang sawah dan ladang. Ketinggian air terjun ini berkisar 120 meter sehingga dinobatkan sebagai air terjun tertinggi di Indonesia. Kemampuan daya tarik objek wisata. Air Terjun Sipiso-Piso belum begitu luas dan dikenal masyarakat. Pengembangan daerah wisata secara ideal akan memberikan kontribusi terhadap devisa negara secara umum dan peningkatan taraf sosial ekonomi
masyarakat setempat secara khusus. Misalnya dengan adanya pengembangan daerah
wisata akan menciptakan dan memperluas lapangan kerja sekaligus menunjang
kehidupan masyarakat setempat, disamping tergalinya kembali seni budaya daerah. Pengembangan daerah wisata sangat memerlukan berbagai perubahan-perubahan dan nilai-nilai yang baru dengan kesiapan tersebut (Soumi, 2016).
Sejak zaman Belanda Kabupaten Karo sudah terkenal sebagai
tempat peristirahatan. Setelah kemerdekaan Republik Indonesia kemudian
dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata di Propinsi Sumatera Utara.
Objek-objek pariwisata di Kabupaten Karo adalah panorama yang indah di daerah
pegunungan, air terjun, air panas, dan kebudayaan yang unik. Kabupaten Karo
terkenal sebagai daerah penghasil berbagai buah-buahan dan bunga-bungaan, dan
mata pencaharian penduduk. Salah satu yang terkenal adalah Air terjun
sipiso-piso. Objek wisata ini berada di Desa Tongging, Kabupaten Karo (Bahagia,
2018).
Pemanfaatan
daya tarik dari wisata alam Air Terjun Sipiso-piso ini tentunya memerlukan upaya pengelolaan, pengembangan, peningkatan pemasaran, promosi dan informasi kepada publik dan pemenuhan sarana prasarana sebagai penunjang kelestarian wisata alam tersebut. Terwujudnya upaya
tersebut dapat dilakukan dengan mengetahui nilai ekonomi dari wisata alam
tersebut. Nilai ekonomi dapat diperoleh melalui biaya perjalanan dengani
pendekatan terhadap pengunjung dan kesediaan membayar dari pengunjung secara sukarela terhadap manfaat wisata alam yang diperoleh. Penentuan nilai
jasa wisata ini sangat bergantung pada penilai (pengunjung) sehingga perlu diketahui karakteristik pengunjung objek wisata tersebut. Namun terdapat beberapa kendala yang menghambat perkembangan wisata Air Terjun Sipiso- piso seperti stakeholder pariwisata yang kurang bekerjasama dengan baik (Alam
et al., 2018).
METODE PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat
Praktikum Ekonomi Sumber Daya Alam Hutan yang berjudul“Ekowisata Air Terjun Sipiso-Piso” dilaksanakan pada hari Jumat, 5 Juni 2021 pada pukul 08.00 WIB
sampai dengan selesai. Praktikum ini dilaksanakan di Pengambaten, Merek, Kabupaten Karo, Sumatera
Utara.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah alat tulis dan kamera.
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah objek ekowisata air terjun Sipiso- piso.
Prosedur Praktikum
1. Mengunjungi Ekowisata Air Terjun Sipiso-Piso.
2. Mewawancarai narasumber, yaitu: pengunjung, pihak
pengelola, dan pedagang disekitar lokasi (Pertanyaan yang ditanyakan harus
memenuhi unsur 5W+1H).
3. Direkam
pemandangan objek ekowisata Air Terjun Sipiso-Piso dan sekitarnya.
4. Dibuat video
berisi promosi dan dijelaskan secara rinci tentang objek ekowisata Air Terjun
Sipiso-Piso dengan durasi maksimal 10 menit.
5. Setelah itu
video di upload ke Youtube oleh perwakilan kelompok.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Adapun hasil dari praktikum Ekonomi Sumber Daya Hutan yang berjudul “Ekowisata Air Terjun Sipiso-piso” ini adalah sebagai berikut:
Gambar 1. Air Terjun Sipiso - Piso
Pembahasan
Daya Tarik Wisata Air Terjun Sipiso-piso yang berada di Desa Tongging, tepatnya di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo Sumatera Utara terletak 24 km kurang lebih dari Kota Kabanjahe. Daya Tarik Wisata Air Terjun Sipisopiso adalah salah satu tempat wisata populer di Pulau Sumatera. Jika dilihat dari peta dapat dilihat bahwa kecamatan Merek berada dekat dengan tepian Danau Toba hal ini lah yang mengakibatkan Air Terjun Sipiso-piso memiliki nila lebih karena wisatawan dapat menikmati keindahan Danau Toba sekaligus dari lokasi air terjun ini. Wisatawan juga dapat melihat aliran air terjun yang langsung menuju ke Danau Toba. Air Terjun ini terletak di perbukitan yang memiliki ketinggian 800 mdpl serta dikelilingi oleh hutan pinus.
Pengelolaan wisata alam air terjun ini dipegang oleh Pemerintah daerah Kabupaten Karo. Dengan memiliki ketinggian sekitar 120 meter, Air Terjun Sipiso-piso merupakan salah satu air terjun tertinggi di Indonesia. Nilai ekonomi wisata alam Air Terjun Sipiso-Piso diperoleh dari perhitungan total biaya perjalanan dengan total kesediaan membayar pengunjung sehingga diperoleh Rp 27.666.050.000 per tahun. Nilai ekonomi yang diperoleh dari pengunjung obyek wisata alam Air Terjun Sipiso-piso jauh lebih tinggi dari pendapatan yang diperoleh dari tiket masuk. Berdasarkan hal tersebut, pendapatan objek wisata ini masih dapat ditingkatkan dengan meningkatkan harga tiket masuk oleh pengelola.
Air terjun sipiso-piso merupakan salah satu objek ekowisata andalan dari provinsi Sumatera Utara. Air terjun ini terletak di daerah Tongging, Kabupaten Karo yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Danau Toba. Hal ini sesuai dengan pernyataan Bahagia (2018) tentang Desa Tongging, Kecamatan Merek, Secara administratif terletak di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara memiliki potensi besar sebagai lokasi objek ekowisata dengan adanya air terjun sipiso-piso.
Sebagai salah satu air terjun yang memilikk angka wisatawan terbesar di Sumatera, sipiso-piso juga termasuk pada catatan air terjun tertinggi di Indonesia. Dengan fakta tersebut, air terjun mampu menarik minat para wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Utara. Hal ini sesuai dengan pernyataan Soumi (2016) yang menyatakan bahwa Ketinggian air terjun ini berkisar 120 meter sehingga dinobatkan sebagai air terjun tertinggi di Indonesia. Meski demikian obje ekowisata ini belum banyak diketahui masyarakat luas, sehingga diperlukan usaha lebih untuk mempromosikan objek wisata inj.
Lokasi air terjun sipiso-piso dapat di jangkau dengan transportasi darat. Namun terdapat kendala dalam akses menuju lokasi air terjun. Minimnya infrastruktur, fasilitas dan alat transportasi menyulitkan wisatawan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sitepu et al. (2018) mengenai adanya kendala para wisatawan baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara yang menyesalkan kurangnya pengelolaan kawasan objek wisata Air Terjun Sipiso-piso. Karena keindahan Air Terjun Sipiso-piso tidak diikuti dengan pengelolaan fasilitas - fasilitas pendukung objek wisata Air Terjun Sipiso-piso tersebut.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1.
Ekowisata merupakan salah satu
kegiatan pariwisata berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi
alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek
pembelajaran dan pendidikan.
2. Prisnsip
ekowisata merupakan berbagai prinsip yang mengatur untuk menyatakukan
konservasi lingkungan hidup, pengembangan masyarakat dan wisata yang
berkelanjutan.
3. Air terjun Sipiso-piso
merupakan salah satu objek ekowisata andalan dari provinsi Sumatera Utara. Air
terjun ini terletak di daerah Tongging, Kabupaten Karo
4. Sebagai salah
satu air terjun yang memilikk angka wisatawan terbesar di Sumatera, Sipiso-piso
juga termasuk pada catatan air terjun tertinggi di Indonesia.
5. Lokasi air terjun Sipiso-piso dapat di jangkau
dengan transportasi darat. Namun terdapat kendala dalam akses menuju lokasi air
terjun. Minimnya infrastruktur, fasilitas dan alat transportasi menyulitkan
wisatawan.
Saran
Sebaiknya praktikan dapat mengenal
lebih banyak lagi manfaat ekonomi yang dihasilkan dari suatu ekowisata
disekitar lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA
Alam H, Redima, Budhi SK. 2018. Aplikasi Geographic Information System (GIS)
Sebagai Analisis Potensi Wisata Provinsi Sumatera Utara. Journal of Electrical Technology, 3(3) : 73 – 80.
Salamor YL, Debby VP, Semmy L. 2018. Kajian Pengelolaan
Ekowisata Berbasis Ekonomi dan Sosial. Jurnal
Hutan Pulau Pulau Kecil, 1(3) : 275 – 287.
Simanjorang
LP, Irwan SB, Rahmat S, Agus S. 2018. Valuasi Ekonomi Air Terjun Sipiso - Piso
dengan Travel Cost Method dan Willingness To Pay. Jurnal Silva Tropika, 2(3) : 52 – 58.
Sitangganga
LS, Dian PS. 2020. Partisipasi Masyarakat Lokal Dalam Pengelolaan Daya Tarik
Wisata Air Terjun Sipiso - Piso Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Jurnal Destinasi Pariwisata, 8(2) : 238
– 245.
Sitepu
DR. 2018. Pelaksanaan Program Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Sipiso -
Piso Oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo. JOM FISIP, 5(2) : 1 - 11.
Tondang B. 2018. Promotion
Role and Development of Tourism Objects Air Terjun Sipiso Piso Waterfall in
Increasing Amount of Travelers in Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Jurnal Akademi Pariwisata Medan, 6(2) :
21 – 36.

Komentar
Posting Komentar